Corner Perpustakaan

"Tanpa Paspor, Tanpa Tiket" Jelajahi Dunia Lewat Corner Internasional Perpustakaan Kami

Bayangkan sebuah ruang di mana Anda bisa menelusuri kebijakan moneter Bank Indonesia di
pagi hari, lalu di sore harinya menyelami filsafat Konfusius, menikmati sastra Prancis klasik,
atau memahami strategi pembangunan Singapura yang mendunia semua tanpa harus
meninggalkan kursi baca Anda. Itulah yang ditawarkan oleh corner internasional di
perpustakaan kami: sebuah perjalanan lintas batas, lintas budaya, dan lintas peradaban yang
dapat ditempuh hanya dengan membuka halaman pertama sebuah buku.
Perpustakaan sejati bukan sekadar gudang buku. Ia adalah ruang hidup tempat di mana rasa
ingin tahu bertemu dengan pengetahuan, di mana imajinasi menemukan sandarannya, dan di
mana setiap pemustaka dapat pulang membawa perspektif baru tentang dunia. Dalam semangat
itulah, perpustakaan kami mengembangkan layanan corner internasional sebagai salah satu
wujud nyata komitmen kami dalam mendukung literasi global dan internasionalisasi
pendidikan.
Corner internasional bukan sekadar kumpulan buku dari negara tertentu yang disusun rapi di
rak. Ia adalah ekosistem pengetahuan ruang pembelajaran lintas budaya yang dirancang untuk
membuka cakrawala pemustaka terhadap cara pandang, nilai, sejarah, dan perkembangan ilmu
pengetahuan dari berbagai penjuru dunia. Di sinilah seorang mahasiswa ekonomi bisa
menemukan referensi kebijakan keuangan terkini, seorang pelajar bahasa bisa berlatih
membaca teks asli berbahasa Prancis atau Mandarin, seorang peneliti bisa menggali kajian
mendalam tentang hubungan bilateral Indonesia dengan berbagai negara, dan seorang pembaca
awam bisa sekadar memuaskan rasa penasarannya tentang budaya Jepang atau keajaiban
peradaban India.
Saat ini, perpustakaan kami dengan bangga menghadirkan tujuh corner internasional yang
masing-masing memiliki identitas, keunikan, dan kekayaan koleksinya sendiri:

"Membangun Literasi Keuangan untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera"

Di antara seluruh corner yang hadir di perpustakaan ini, BI Corner berdiri sebagai yang terbesar dan paling komprehensif. Lahir dari kolaborasi antara perpustakaan dan Bank Indonesia bank sentral Republik Indonesia yang telah berdiri sejak 1 Juli 1953 corner ini bukan sekadar rak buku biasa. Ia adalah sebuah ekosistem pengetahuan yang dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya literasi keuangan di Indonesia, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya generasi yang melek ekonomi dan finansial. Bank Indonesia, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran nasional, dan kebijakan moneter Indonesia, menempatkan pendidikan publik sebagai salah satu pilar utama tugasnya. Melalui BI Corner, semangat tersebut diwujudkan secara nyata menghadirkan ribuan referensi berkualitas tinggi yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat. Koleksi BI Corner sangat beragam dan mencakup berbagai dimensi ilmu ekonomi dan keuangan. Pemustaka dapat menemukan buku-buku tentang kebijakan moneter dan fiskal, perbankan konvensional dan syariah, investasi dan pasar modal, kewirausahaan dan UMKM, ekonomi makro dan mikro, sejarah perekonomian Indonesia, hingga literasi keuangan untuk rumah tangga. Tidak hanya itu, tersedia pula laporan tahunan Bank Indonesia, jurnal ekonomi, kajian kebijakan, dan publikasi riset yang sangat
berguna bagi akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi.

Dengan total 936 judul dan 1.235 eksemplar, BI Corner adalah koleksi terbesar di perpustakaan ini menjadikannya destinasi utama bagi mahasiswa jurusan ekonomi, manajemen, akuntansi, dan bisnis yang membutuhkan referensi akademis berkualitas. Namun BI Corner tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan akademisi. Para pelaku usaha kecil yang ingin memahami akses permodalan, ibu rumah tangga yang ingin mengelola keuangan keluarga dengan bijak, hingga generasi muda yang baru memulai perjalanan investasi semuanya akan menemukan panduan yang tepat di sini. Di era digital yang penuh ketidakpastian ekonomi global, kehadiran BI Corner menjadi semakin relevan. Literasi keuangan bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar setiap warga negara. Dan BI Corner hadir untuk memastikan bahwa pengetahuan itu dapat diakses oleh siapa saja, di mana saja, tanpa batas.

"Sepotong Paris di Tengah Ruang Baca"

“La lecture est à l’esprit ce que l’exercice est au corps.”
— “Membaca bagi pikiran adalah seperti olahraga bagi tubuh.”

Kutipan yang dinisbatkan kepada Joseph Addison ini rasanya sangat tepat menggambarkan semangat yang diemban oleh Warung Perancis sebuah corner yang menghadirkan kehangatan budaya Prancis ke tengah ruang baca perpustakaan kita. Nama “Warung” yang dipilih secara sengaja mencerminkan semangat inklusivitas bahwa budaya Prancis yang kaya dan agung pun dapat dinikmati dengan cara yang akrab, santai, dan menyenangkan oleh siapa saja.

Prancis dikenal sebagai salah satu peradaban intelektual terbesar dalam sejarah umat manusia. Negeri yang melahirkan Voltaire, Victor Hugo, Simone de Beauvoir, Albert Camus, hingga Jean-Paul Sartre ini telah menyumbangkan pemikiran-pemikiran yang membentuk fondasi filsafat, sastra, dan ilmu pengetahuan modern. Melalui Warung Perancis, semangat intelektual tersebut kini hadir lebih dekat dengan para pemustaka.

Koleksi Warung Perancis mencakup berbagai topik yang mencerminkan kekayaan budaya Prancis. Terdapat karya-karya sastra Prancis klasik dan kontemporer, buku buku pembelajaran bahasa Prancis dari tingkat pemula hingga mahir, referensi tentang seni, arsitektur, dan desain ala Prancis, buku masak dan gastronomi Prancis yang tersohor di seluruh dunia, hingga kajian tentang sejarah dan politik Prancis dari masa Revolusi hingga era modern. Ada pula koleksi tentang hubungan bilateral Indonesia Prancis dan peran Prancis dalam dinamika Uni Eropa serta percaturan politik global.

Dengan 102 judul dan 114 eksemplar, Warung Perancis mungkin bukan yang terbesar, namun ia adalah yang paling berkarakter. Setiap buku di sini adalah undangan untuk melakukan perjalanan imajiner ke negeri anggur, mode, dan seni itu. Bagi para pelajar dan mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri untuk studi ke Prancis, bagi para pecinta bahasa yang ingin menguasai “la langue de Molière“, bagi para seniman yang terinspirasi oleh estetika Prancis Warung Perancis adalah rumah yang tepat.

Kehadiran Warung Perancis di perpustakaan ini juga mencerminkan hubungan panjang dan hangat antara Indonesia dan Prancis, dua bangsa yang sama-sama menjunjung tinggi nilai kebudayaan, keberagaman, dan kebebasan berekspresi. Selamat menikmati pengalaman membaca ala Prancis — Bonne lecture!

"Menjelajahi Peradaban Agung yang Tak Pernah Padam"

343 Judul | 420 Eksemplar

India adalah salah satu peradaban tertua yang masih hidup dan terus berdenyut hingga hari ini. Dengan sejarah yang membentang lebih dari 5.000 tahun, India telah melahirkan filsafat, matematika, astronomi, sastra, seni, dan spiritualitas yang memengaruhi hampir seluruh penjuru dunia. Negeri yang melahirkan Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, A.P.J. Abdul Kalam, hingga Amartya Sen ini adalah sumber inspirasi yang tak pernah kering.

India Corner hadir sebagai jembatan antara Indonesia dan India dua negara demokrasi terbesar di Asia yang memiliki ikatan budaya, sejarah, dan peradaban yang sangat erat. Pengaruh India terhadap Indonesia bukan hal baru: jauh sebelum era modern, nilai-nilai HinduBuddha dari India telah menjadi fondasi peradaban Nusantara, membentuk bahasa, seni, arsitektur, dan tatanan sosial yang kita warisi hingga sekarang. Candi Borobudur, Prambanan, aksara Jawa, wayang, dan ribuan kata dalam bahasa Indonesia adalah bukti nyata betapa dalamnya akar India dalam identitas bangsa kita.

Koleksi India Corner sangat beragam dan mencerminkan kekayaan multidimensi India. Pemustaka dapat menemukan teks-teks filsafat klasik seperti Bhagavad Gita, Upanishad, dan Arthashastra dalam berbagai terjemahan dan kajiannya. Tersedia pula koleksi sastra India dari karya epik Mahabharata dan Ramayana hingga novel-novel kontemporer pemenang penghargaan internasional. Bagi yang tertarik pada ilmu pengetahuan dan teknologi, India Corner menyediakan referensi tentang kemajuan India di bidang teknologi informasi, luar angkasa, dan farmasi yang telah menempatkan India sebagai salah satu kekuatan inovasi dunia.

Tidak ketinggalan, terdapat koleksi tentang yoga, meditasi, dan Ayurveda kontribusi India bagi kesehatan dan kesejahteraan global yang kini diadopsi oleh jutaan orang di seluruh dunia. Buku-buku tentang sejarah perjuangan kemerdekaan India, dinamika sosial dan politik negara berpenduduk terbesar di dunia ini, serta hubungan strategis Indonesia–India juga tersedia untuk melengkapi wawasan pemustaka.

Dengan 343 judul dan 420 eksemplar, India Corner adalah salah satu koleksi terlengkap dan terkaya di perpustakaan ini. Ia menjadi ruang bagi siapa saja yang ingin menemukan kedamaian dalam filsafat Timur, terpesona oleh keajaiban peradaban kuno, atau terinspirasi oleh kisah kebangkitan India sebagai raksasa ekonomi dan teknologi abad ke-21.

"Memahami Tiongkok: Antara Tradisi Ribuan Tahun dan Ambisi Global Abad Ini"

169 Judul | 350 Eksemplar

Tidak ada bangsa di muka bumi yang perjalanan sejarahnya sepanjang dan sekompleks Tiongkok. Dengan peradaban lebih dari 5.000 tahun, Tiongkok adalah negeri yang melahirkan kertas, percetakan, kompas, dan bubuk mesiu empat penemuan yang secara fundamental mengubah jalannya sejarah manusia. Kini, di abad ke-21, Tiongkok kembali tampil sebagai kekuatan dunia yang tidak dapat diabaikan sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, pemimpin teknologi global, dan mitra dagang terbesar Indonesia.

China Corner hadir sebagai ruang untuk memahami Tiongkok secara menyeluruh tidak hanya dari sisi ekonomi dan politik yang kerap menghiasi berita, tetapi juga dari sisi budaya, filosofi, seni, dan hubungan antarmanusia yang membentuk jiwa bangsa Tiongkok selama ribuan tahun.

Koleksi China Corner mencakup pembelajaran bahasa Mandarin yang tersedia dalam berbagai level, dari buku pinyin untuk pemula hingga tata bahasa tingkat lanjut. Ini sangat relevan mengingat Mandarin kini menjadi bahasa kedua yang paling banyak dipelajari di dunia. Terdapat pula koleksi sastra klasik Tiongkok termasuk karya-karya besar seperti Dream of the Red Chamber, Journey to the West, dan karya-karya Konfusius yang telah membentuk cara pandang dan nilai-nilai masyarakat Tiongkok selama berabad-abad.

Bagi pemustaka yang tertarik pada ekonomi dan bisnis, tersedia referensi tentang model pembangunan ekonomi Tiongkok, strategi Belt and Road Initiative, serta panduan berbisnis dengan mitra Tiongkok yang sangat berguna bagi pelaku usaha Indonesia. Koleksi tentang sejarah Tiongkok dari Dinasti Han, masa kejayaan Dinasti Tang dan Song, era Dinasti Qing, hingga Tiongkok modern pasca-1949 memberikan konteks yang kaya untuk memahami mengapa Tiongkok menjadi seperti sekarang.

Tidak ketinggalan, tersedia pula buku-buku tentang seni dan budaya Tiongkok: kaligrafi, lukisan tinta, teh, kung fu, opera Tiongkok, dan filosofi Taoisme dan Konfusianisme yang telah menyebar ke seluruh penjuru Asia, termasuk Indonesia. Hubungan panjang antara Tiongkok dan Nusantara juga terdokumentasi dengan baik di sini dari pelayaran Cheng Ho di abad ke-15 hingga kerjasama bilateral Indonesia China di era modern.

Dengan 169 judul dan 350 eksemplar, China Corner adalah referensi penting yang tidak boleh dilewatkan di era ketika memahami Tiongkok bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi siapa saja yang ingin menavigasi dinamika Asia dan dunia dengan bijak..

"Belajar dari Negeri Matahari Terbit: Tradisi, Inovasi, dan Semangat Tanpa Henti"

97 Judul | 118 Eksemplar
“Fall seven times, stand up eight.”
— Pepatah Jepang

Tidak ada negara di dunia yang lebih fasih dalam memadukan masa lalu dan masa depan seperti Jepang. Di negeri yang luasnya hampir sama dengan pulau Sumatra ini, kuil-kuil berusia ratusan tahun berdiri berdampingan dengan gedung-gedung pencakar langit berteknologi tinggi. Tradisi minum teh yang penuh keheningan hidup berdampingan dengan budaya anime dan video game yang mendunia. Jepang adalah paradoks yang indah dan itulah yang membuatnya begitu memesona bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Jepang Corner hadir sebagai ruang untuk menyelami keajaiban Jepang dari berbagai sudut pandang. Bagi generasi muda Indonesia yang tumbuh dengan anime, manga, dan J-Pop, Jepang Corner adalah pintu masuk untuk memahami Jepang lebih dalam melampaui kultur pop, menuju esensi nilai-nilai dan filosofi yang membuat Jepang menjadi bangsa yang luar biasa.

Koleksi Jepang Corner mencakup pembelajaran bahasa Jepang lengkap dari hiragana, katakana, hingga kanji didukung oleh buku-buku latihan dan referensi tata bahasa yang sistematis. Bagi pecinta sastra Jepang, tersedia karya-karya penulis legendaris seperti Haruki Murakami, Yasunari Kawabata, Yukio Mishima, dan Natsume Soseki yang telah diakui dunia. Koleksi tentang filosofi dan nilai-nilai Jepang termasuk Bushido, Ikigai, Kaizen, dan Wabi-Sabi memberikan perspektif yang mendalam tentang cara hidup Jepang yang banyak menginspirasi orang di seluruh dunia.

Di sisi teknologi dan inovasi, tersedia referensi tentang sistem manajemen Jepang, revolusi industri Toyota, robotika dan kecerdasan buatan Jepang, serta kisah-kisah kebangkitan ekonomi Jepang pasca Perang Dunia II yang menjadi salah satu mukjizat ekonomi terbesar abad ke-20. Buku-buku tentang sejarah Jepang, hubungan Indonesia–Jepang, serta koleksi tentang budaya tradisional seperti origami, ikebana, kendo, dan upacara teh juga tersedia untuk melengkapi pengalaman eksplorasi pemustaka.

Dengan 97 judul dan 118 eksemplar, Jepang Corner mungkin tidak terlalu besar namun setiap judul dipilih dengan cermat untuk memastikan pemustaka mendapatkan pengalaman terbaik dalam mengenal Jepang. Karena seperti filosofi Jepang yang mengajarkan “Shokunin Kishitsu” semangat pengrajin yang mencintai keahliannya kualitas selalu lebih penting dari kuantitas.

"Belajar dari Keajaiban Kecil: Singapura dan Seni Membangun Bangsa"

75 Judul | 77 Eksemplar

Pada tahun 1965, Singapura dipisahkan dari Malaysia dan menjadi negara merdeka yang berdiri hampir tanpa sumber daya alam, lahan pertanian, bahkan sumber air bersih yang memadai. Banyak yang pesimis. Namun kurang dari setengah abadkemudian, Singapura telah menjelma menjadi salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia, pusat keuangan dan perdagangan Asia Tenggara, serta kota yang secara konsisten menempati peringkat teratas dalam hal kualitas hidup, kemudahan berbisnis, dan transparansi pemerintahan.

Kisah Singapura adalah kisah tentang visi, disiplin, tata kelola yang baik, dan komitmen tanpa kompromi terhadap pendidikan dan inovasi. Dan Singapore Corner hadir untuk memastikan bahwa kisah inspiratif ini dapat dibaca, dipelajari, dan dijadikan pelajaran oleh siapa saja yang berkunjung ke perpustakaan kita.

 

Koleksi Singapore Corner menitikberatkan pada tema-tema yang mencerminkan keunggulan Singapura. Terdapat referensi tentang kepemimpinan dan tata kelola negara termasuk memoar dan pemikiran Lee Kuan Yew, arsitek utama kesuksesan Singapura modern, yang ide-idenya tentang pembangunan bangsa masih relevan dan dipelajari oleh para pemimpin dunia. Buku-buku tentang sistem pendidikan Singapura yang kerap menjadi benchmark dunia, model kebijakan publik, dan manajemen kota cerdas (smart city) tersedia sebagai referensi bagi para akademisi, birokrat, dan praktisi.

Di bidang ekonomi dan bisnis, Singapore Corner menyediakan kajian tentang bagaimana Singapura membangun diri sebagai hub keuangan internasional, mengembangkan ekosistem startup dan inovasi, serta mengelola keberagaman multiras dan multibahasa menjadi kekuatan, bukan perpecahan. Ada pula koleksi tentang hubungan bilateral Indonesia–Singapura yang merupakan salah satu kemitraan ekonomi paling penting bagi kedua negara.

Dengan 75 judul dan 77 eksemplar, Singapore Corner mungkin adalah yang paling ringkas di antara seluruh corner yang ada. Namun seperti Singapura itu sendiri kecil bukan berarti tidak berdampak besar. Setiap buku di sini adalah distilasi kebijaksanaan yang bisa menginspirasi kita untuk bermimpi lebih besar dan bekerja lebih cerdas.

"Sawadee: Menemukan Keajaiban Negeri Gajah Putih di Antara Halaman Buku"

81 Judul | 81 Eksemplar

Sawadee kha — Selamat datang di Thailand Corner, ruang yang mengajak Anda mengenal Thailand jauh melampaui stereotip wisata dan kuliner yang selama ini mungkin paling dikenal. Thailand, atau yang secara harfiah berarti “Tanah Orang Merdeka”, adalah negara ASEAN yang unik satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah menjadi koloni negara Barat, sebuah fakta yang membentuk rasa percaya diri dan identitas budaya yang kuat pada masyarakatnya.

Hubungan Indonesia dan Thailand bukan sekadar hubungan dua negara tetangga dalam satu kawasan ASEAN. Kedua bangsa ini memiliki akar budaya yang bersinggungan pengaruh Hindu-Buddha, tradisi seni pertunjukan, filosofi gotong royong dan kerukunan, serta cita-cita bersama membangun Asia Tenggara yang damai, sejahtera, dan berdaulat. Thailand Corner hadir sebagai ruang untuk mempererat pemahaman tersebut.

Koleksi Thailand Corner mencakup berbagai dimensi kehidupan Thailand yang kaya. Di bidang budaya dan tradisi, pemustaka dapat menemukan buku-buku tentang seni Muay Thai, tari tradisional Thailand, festival Songkran dan Loy Krathong, serta arsitektur kuil Buddha yang megah seperti Wat Phra Kaew dan Wat Arun. Koleksi tentang masakan Thailand salah satu kuliner paling dicintai di dunia juga tersedia, mengungkap filosofi di balik keseimbangan rasa asam, manis, asin, pedas, dan pahit yang menjadi ciri khas gastronomi Thailand.

Bagi pemustaka yang tertarik pada sejarah dan politik, tersedia referensi tentang perjalanan monarki konstitusional Thailand, peran Kerajaan Thai dalam diplomasi regional, serta dinamika politik kontemporer yang menjadikan Thailand salah satu negara paling menarik untuk dikaji di Asia Tenggara. Di bidang ekonomi, Thailand yang dikenal sebagai “Detroit of Asia” dalam industri otomotif dan salah satu eksportir produk pertanian terbesar dunia juga terdokumentasi dengan baik di sini.

Tersedia pula koleksi tentang Buddhisme Theravada tradisi agama yang menjadi jantung spiritualitas Thailand dan memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan masyarakatnya, dari etika personal hingga kebijakan negara. Bagi siapa saja yang ingin memahami mengapa Thailand dikenal sebagai “Land of Smiles” negeri dengan keramahan yang tulus dan jiwa yang hangat jawabannya ada di antara halaman halaman koleksi Thailand Corner.

Dengan 81 judul dan 81 eksemplar, Thailand Corner menghadirkan jendela yang jernih untuk memandang negeri yang penuh warna ini. Karena memahami tetangga kita dengan baik adalah langkah pertama untuk membangun kawasan ASEAN yang benar benar bersatu dalam keberagaman.