Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang juga menjabat sebagai Direktur UMSU Press sekaligus Ketua Umum Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APPTIMA), Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., tampil sebagai narasumber dalam kegiatan bergengsi Workshop Editing dan Layout Buku Nasional Pro-Publish 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh UMB Press, lembaga penerbitan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, dan sukses menghadirkan para praktisi serta akademisi penerbitan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kehadiran Dr. Muhammad Arifin dalam forum nasional ini bukan sekadar membawa nama baik UMSU, tetapi juga merepresentasikan komitmen nyata komunitas penerbitan perguruan tinggi dalam mendorong ekosistem literasi akademik yang lebih profesional, terstandar, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Workshop Pro-Publish 2026 mengangkat tema yang sarat makna, yaitu “Elevating Manuscripts: Professionalism in Every Page”. Tema ini mencerminkan semangat kolektif para pengelola penerbitan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan standar kualitas naskah mulai dari proses awal penulisan, editing substantif, hingga tahap akhir layout dan desain tata letak yang estetis namun tetap memenuhi kaidah ilmiah. Setiap kata dalam tema ini mengandung pesan mendalam bahwa sebuah manuskrip bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan sebuah karya intelektual yang layak mendapat perlakuan profesional di setiap tahapan produksinya. Profesionalisme bukan hanya milik editor senior atau desainer berpengalaman, melainkan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem penerbitan dari penulis, editor, layouter, hingga penerbit.

Sebagai narasumber, Dr. Muhammad Arifin membawakan materi yang bersumber dari pengalaman langsung mengelola UMSU Press sebagai salah satu lembaga penerbitan perguruan tinggi terkemuka di lingkungan Muhammadiyah. Beliau menekankan bahwa penerbitan perguruan tinggi tidak boleh berjalan seadanya. Diperlukan sistem manajemen editorial yang terstruktur mulai dari seleksi naskah, proses penelaahan sejawat, tahapan editing, hingga distribusi dan pemasaran buku. Dr. Muhammad Arifin berbagi pengalaman bagaimana UMSU Press membangun sistem tersebut secara bertahap namun konsisten, sehingga mampu menghasilkan publikasi akademik yang semakin berkualitas dari tahun ke tahun.
Dalam paparannya, Dr. Muhammad Arifin juga menegaskan bahwa editing bukan sekadar memperbaiki ejaan dan tanda baca. Editing yang sesungguhnya mencakup koherensi argumen, konsistensi referensi, kejelasan metodologi, serta kesesuaian dengan gaya selingkung penerbit. Peserta diajak memahami secara komprehensif perbedaan antara copy editing, substantive editing, dan proofreading, serta bagaimana masing-masing tahapan tersebut berkontribusi pada kualitas akhir sebuah buku ilmiah. Tak kalah penting, beliau juga membahas prinsip-prinsip tata letak yang baik bahwa layout yang ideal adalah yang tidak terasa mengganggu, melainkan justru memandu pembaca dengan nyaman melalui konten yang tersaji secara sistematis dan estetis.

Sebagai Ketua Umum APPTIMA, Dr. Muhammad Arifin turut menyampaikan visi dan langkah strategis asosiasi dalam menyatukan standar penerbitan di seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. APPTIMA berperan sebagai jembatan antara penerbit perguruan tinggi anggota dengan ekosistem penerbitan nasional yang lebih luas, sekaligus menjadi forum berbagi praktik terbaik yang mendorong peningkatan mutu secara merata di seluruh anggotanya.
Workshop ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi Muhammadiyah bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam bentuk kegiatan konkret yang memberi dampak langsung bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penerbitan. UMB Press sebagai tuan rumah telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam menyelenggarakan forum berskala nasional ini, sementara UMSU Press melalui Dr. Muhammad Arifin hadir membawa pengalaman dan praktik terbaik yang dapat diadaptasi oleh penerbit-penerbit perguruan tinggi lainnya. Kolaborasi semacam ini sangat penting karena mampu mempercepat peningkatan kapasitas SDM editorial, menciptakan standar mutu yang lebih seragam, serta memperluas jaringan ekosistem penerbitan perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan Workshop Editing dan Layout Buku Nasional Pro-Publish 2026 diharapkan menjadi titik tolak penting bagi penguatan ekosistem penerbitan perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta yang hadir dari berbagai penjuru tanah air diharapkan dapat membawa pulang ilmu, keterampilan, dan semangat baru untuk diterapkan di lembaga masing-masing. Lebih dari itu, forum seperti ini menjadi ruang subur bagi terbangunnya jejaring yang kuat antarpenerbit perguruan tinggi sebuah modal sosial yang tak ternilai dalam membangun budaya penerbitan akademik yang sehat dan berkelanjutan.
Semoga kolaborasi dan semangat literasi yang tumbuh dalam kegiatan ini terus melahirkan karya-karya ilmiah yang berkualitas, berdaya saing, dan memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Karena pada akhirnya, setiap buku yang lahir dengan baik adalah investasi peradaban yang tak pernah sia-sia.

