Pengurus Daerah (PD) Ikatan Pustaka­wan Indonesia (IPI) Kota Medan meng­gelar seminar ilmiah pada Rabu (13/9) di Bank Indonesia Lantai 9, Jalan Balaikota Medan. Kegiatan seminar ini merupakan agenda lanjutan daripada Musyawarah Daerah IPI Sumut yang telah dilaksanakan satu hari sebelumnya di Hotel Madani Medan.
Seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh IPI Kota Medan kali ini mengusung tema “Kesiapan Pustakawan di Era Industri 4.0” menghadirkan 3 pemateri yaitu T. Syamsul Bahri, SH. M.Si sebagai Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI Pusat)) membawa materi “Profesionalisme Pustakawan”, Ishak S.S, M.Hum, dosen Fakultas Ilmu Budaya USU yang juga sebagai Sekretaris IPI SUMUT dengan materi “Pustakawan Menghadapi Era 4.0” , dan Drs. Zulkifli Simatupang, M.Pd sebagai dosen Universitas Negeri Medan sekaligus pegiat Literasi.

Pada seminar ini perpustakaan UMSU mengirimkan pustakawan dan relawan perpustakaan UMSU sebagai peserta.

Era industri 4.0. tidak bisa dipungkiri membawa pengaruh bagi perkembangan perpustakaan maka dikenal istilah sekarang Library 4.0. Kebutuhan masyarakat yang besar akan pengetahuan dan informasi mendorong perpustakaan untuk dapat menyediakan berbagai sumber informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat. Pustakawan harus bergerak dan berkarya memobilitasi ilmu pengetahuan untuk memastikan setiap individu mendapat pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi dalam meningkatkan kualitas hidupnya, demikian kata T.Syamsul Bahri, SH. M.Si.

Pada era industri 4.0 ini pustakawan tidak lagi cukup hanya mengelola buku melainkan mengelola informasi untuk sampai kepada pengguna. DIGITALISASI perpustakaan, dimana ketersediaan informasi yang bisa diakses dengan cepat. Maka TRANFORMASI/UPGRADE layanan perpustakaan tidak bisa dielakkan. Dalam hal layanan, pustakawan sebagai literatur expert menjadi information expert, pustakawan awalnya sebagai pendukung berubah menjadi partner yang menyediakan berbagai pengetahuan, informasi dan data.

Masyarakat membutuhkan pengetahuan dan informasi yang besar, mudah dan cepat maka pustakawan harus mampu memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Pustakawan sebagai manager big data, manager informasi dan agen perubahan yang harus selalu mengupgrade dirinya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman karena jika tidak perpustakaan akan ditinggal, kata sekretaris IPI Sumut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *