Dalam rangka memperkuat peran pustakawan sebagai garda terdepan literasi di sekolah, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang menyelenggarakan kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Bagi Pustakawan Sekolah Tingkat SMP Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2025, bertempat di Aula Akasia Dinas Pendidikan Deli Serdang, dan diikuti oleh 66 kepala SMP Negeri serta pustakawan sekolah se-Kabupaten Deli Serdang.
Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari komitmen Perpustakaan UMSU dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kepustakawanan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan daerah dalam mengembangkan budaya literasi yang berkelanjutan.
Hari Pertama: Kepala Sekolah Sebagai Penggerak Literasi

Hari pertama workshop dibuka dengan pemaparan dari Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., Kepala Perpustakaan UMSU, yang menyoroti peran penting kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan agen perubahan di lingkungan pendidikan. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa kepedulian kepala sekolah terhadap pengembangan perpustakaan adalah modal utama untuk menciptakan perubahan positif. Ketika kepemimpinan sekolah berpihak pada literasi dan didukung oleh tenaga pustakawan yang visioner serta inovatif, maka perpustakaan dapat tumbuh menjadi pusat pengetahuan yang hidup. Lebih lanjut, Dr. Arifin menjelaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan pusat literasi, kreativitas, dan inspirasi yang mendukung proses belajar mengajar. Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut nyata melalui penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bagian dari evaluasi dan pemantauan dampak kegiatan terhadap pengelolaan perpustakaan sekolah dan budaya baca di kalangan siswa.
Hari Kedua dan Ketiga: Profesionalisme dan Penguatan Kompetensi Teknis Pustakawan

Memasuki hari kedua dan ketiga, fokus kegiatan workshop diarahkan pada peningkatan profesionalisme dan kompetensi teknis pustakawan sekolah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Perpustakaan UMSU, yaitu Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., Anggraini Pitaloka, S.IP., dan Nurul Huda, S.Sos., yang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam membangun pustakawan yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dalam sesinya, Dr. Muhammad Arifin memaparkan materi bertema Profesionalisme Pustakawan Sekolah dalam Membangun Literasi dan Pembelajaran. Beliau menekankan bahwa pustakawan memiliki peran strategis sebagai mitra guru dan kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kaya informasi dan inspirasi. Profesionalisme pustakawan, menurutnya, tidak hanya terukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari integritas, keaktifan, dan kreativitas dalam mengelola layanan serta merancang kegiatan literasi yang menarik bagi peserta didik.

Sementara itu, Anggraini Pitaloka, S.IP. dan Nurul Huda, S.Sos. dari Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyampaikan materi bertajuk Penguatan Kompetensi Teknis Pustakawan Sekolah. Dalam sesi ini, keduanya memberikan pelatihan praktis yang menitikberatkan pada keterampilan dasar hingga lanjutan dalam pengelolaan koleksi dan pelayanan perpustakaan. Materi pelatihan mencakup tahapan pengolahan bahan pustaka, mulai dari inventarisasi, klasifikasi, hingga penyusunan katalog menggunakan sistem klasifikasi standar seperti DDC (Dewey Decimal Classification). Peserta juga diajak memahami pentingnya penataan ruang dan tata letak koleksi di rak agar memudahkan akses dan meningkatkan kenyamanan pemustaka.
Selain teori, sesi ini dikemas secara interaktif dengan praktik langsung. Para peserta berkesempatan untuk mencoba proses katalogisasi, labeling, dan penataan koleksi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan di perpustakaan modern.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis pustakawan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya akurasi, kerapian, dan konsistensi dalam setiap proses pengelolaan koleksi. Melalui pendekatan ini, diharapkan para pustakawan sekolah dapat menerapkan standar profesional dalam pengelolaan perpustakaan, menciptakan lingkungan baca yang tertib, terorganisir, dan mampu mendukung kebutuhan informasi peserta didik secara optimal.

Selain itu, para narasumber menekankan pentingnya penerapan efisiensi, ketertiban administrasi, dan pelayanan yang humanis dalam setiap aktivitas pengelolaan perpustakaan sekolah. Prinsip-prinsip ini menjadi dasar agar perpustakaan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi, tetapi juga ruang belajar yang tertib, ramah, dan inspiratif bagi seluruh warga sekolah. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik interaktif yang memungkinkan mereka langsung menerapkan teori yang telah dipelajari. Melalui simulasi dan studi kasus, mereka belajar bagaimana menyusun administrasi koleksi dengan efektif serta memberikan layanan yang empatik dan inklusif kepada pemustaka. Diskusi terbuka antara peserta dan narasumber juga memperkaya pemahaman mengenai tantangan nyata di lapangan, sekaligus membuka peluang kolaborasi antarsekolah dalam pengembangan perpustakaan berbasis komunitas. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi pustakawan, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaboratif untuk membangun ekosistem literasi sekolah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Momentum Penguatan Literasi dan Profesionalisme

Rangkaian kegiatan selama tiga hari ini bukan hanya menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi juga momentum reflektif untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya literasi yang berkesinambungan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pustakawan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan perlu dukungan sinergis antara kepala sekolah, pustakawan, dinas pendidikan, dan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, Perpustakaan UMSU berupaya menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan literasi yang aktif berkontribusi bagi masyarakat pendidikan, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pustakawan sekolah yang berdaya, profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Komitmen untuk Keberlanjutan

Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing melalui program pengembangan perpustakaan, peningkatan mutu layanan baca, serta kegiatan literasi kreatif yang melibatkan siswa dan guru. Implementasi ini diharapkan melahirkan inovasi di sekolah, seperti pembentukan pojok baca, kegiatan book talk, gerakan membaca harian, dan berbagai aktivitas literasi berbasis partisipasi seluruh warga sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang bersama Perpustakaan UMSU juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan guna memantau kemajuan dan dampak positif dari pelatihan ini terhadap pengelolaan perpustakaan sekolah. Pendampingan tersebut akan mencakup kegiatan monitoring, evaluasi, serta bimbingan teknis agar setiap pustakawan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara konsisten dan berkelanjutan.
Selain itu, kedua lembaga berencana membentuk jejaring pustakawan dan kepala sekolah literat sebagai wadah berbagi pengalaman dan inovasi dalam penguatan literasi sekolah.
Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem literasi yang kolaboratif dan berkesinambungan, di mana kepala sekolah, guru, dan pustakawan berperan aktif dalam menciptakan budaya baca yang hidup di lingkungan pendidikan.
Melalui kolaborasi inspiratif ini, diharapkan lahir kepala sekolah dan pustakawan yang peduli, berdaya, serta berwawasan literasi luas yang bersama-sama membangun perpustakaan sekolah sebagai pusat pengetahuan, literasi, dan inspirasi bagi peserta didik.


